Membudayakan Cium Tangan dan Salaman pada Anak di Sekolah Dasar

Authors

  • Euis Kusumarini Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Eka Selvi Handayani Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Cindy Swediati Putri Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Devi Kurniasari Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Maria Fampilia Tea Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Sony Christian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.56910/sewagati.v5i1.3435

Keywords:

Character Education, Good Manners, Hand Kissing Cultivation, Religious Values, Respect for Teachers

Abstract

Cultivating hand-kissing and handshaking habits among students at SDN 004 Samarinda Ilir as a form of character building through religious values, politeness, and respect toward teachers and peers. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the practice of hand-kissing and handshaking is carried out every morning before learning activities begin and after lessons end. Teachers play an active role as role models, guides, and supervisors in instilling this habit. The positive impacts include improved student respect toward teachers, the growth of a sense of togetherness, and the creation of a more friendly and religious school atmosphere. Challenges faced include the inconsistency of some students, especially in the early grades, in maintaining the habit, which necessitates stronger parental involvement and more intensive collaboration. Thus, the cultivation of hand-kissing and handshaking at SDN 004 Samarinda Ilir has proven effective as a character education strategy that can be continuously preserved.

References

Asmani, J. M. (2012). Tips menjadi guru inspiratif, kreatif, dan inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Fitriyah, N. (2018). Peran pembiasaan dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 145–156.

Hidayat, R. (2018). Pendidikan karakter di sekolah dasar: Teori dan praktik. Jakarta: Kencana.

Kemendikbud. (2019). Panduan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.

Mulyasa, E. (2014). Manajemen pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslich, M. (2011). Pendidikan karakter: Menjawab tantangan krisis multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugraha, D. (2020). Implementasi nilai religius dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 33–45.

Rahmawati, S., & Suryadi, D. (2020). Makna religius dalam tradisi salim pada masyarakat Muslim Jawa. Jurnal Sosial Budaya, 17(2), 112–121.

Samani, M., & Hariyanto. (2012). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sari, D., & Widodo, H. (2021). Dampak teknologi terhadap perilaku sosial anak sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(1), 55–67.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutanto, R. (2024). Revitalisasi nilai sopan santun di sekolah dasar berbasis pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 9(1), 20–29.

Wiyani, N. A. (2016). Pendidikan karakter berbasis keluarga dan sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Zuriah, N. (2015). Pendidikan moral dan budi pekerti dalam perspektif perubahan: Menggagas platform pendidikan budi pekerti secara kontekstual dan futuristik. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-03-14

How to Cite

Euis Kusumarini, Eka Selvi Handayani, Cindy Swediati Putri, Devi Kurniasari, Maria Fampilia Tea, & Sony Christian. (2026). Membudayakan Cium Tangan dan Salaman pada Anak di Sekolah Dasar. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(1), 09–16. https://doi.org/10.56910/sewagati.v5i1.3435